Rabu, 23 Oktober 2013

Praktikum Kimia



PENGARUH KATALIS TERHADAP LAJU REAKSI

A.    Tujuan
Mengetahui pengaruh katalis terhadap laju reaksi penguraian H2O2.

B.    Rumusan masalah
Bagaimana pengaruh katalis terhadap laju reaksi?

C.      Hipotesis
Pengaruh katalis dapat mempercepat laju reaksi pada suhu tertentu , tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk.

D.    Variabel
Variabel kontrol          :  larutan H2O2
Variabel bebas                         :  FeCl3 , NaCl
Variabel terikat            :  Gelembung gas

E.    Landasan  Teori
 Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.


Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerat. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. Ikatan atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas.
Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantara kimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik, di mana C melambangkan katalisnya:
A + C \rarr AC... (1)
B + AC \rarr AB + C... (2)
Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi :
A + B + C \rarr AB + C

F.     Alat dan Bahan
Alat      : gelas kimia (2 buah), pipet volume 25 mL, dan pipet tetes.
Bahan   : larutan H2O2 (10 mL), larutan NaCl 0,1 M (3 tetes),
  dan larutan FeCl3 0,1 M (3 tetes)

G.   Langkah Kerja
1.     Menyiapkan 2 gelas kimia, kemudian memasukkan larutan H2O2 5mL ke dalam masing-masing gelas kimia.
2.     Menambahkan 3 tetes larutan NaCl 0,1 M pada gelas kimia 1
3.     Menambahkan 3 tetes larutan FeCl3 0,1 M pada gelas kimia 2
4.     Mengamati gelembung gas yang terjadi.
H.    Hasi Kerja
No. gelas kimia
Larutan
Katalis
Pengamatan Gelembung
1.
H2O2 5mL
-
                 Tidak terjadi reaksi
2.
H2O2 5mL
NaCl 0,1 M
Ada gelembung sedikit
3.
H2O2 5mL
FeCl3 0,1 M
Terdapat banyak gelembung, mendidih dan menguap

I.      Analisis data
Dari data di atas dapat diketahui bahwa sebelum H2O2 ditetesi katalis tidak terjadi reaksi. Namun, ketika H2O2 ditetesi NaCl sebanyak 3 tetes terlihat ada sedikit gelembung. Sedangkan ketika H2O2 ditetesi FeCl3 3 tetes terdapat banyak gelembung dan lama-kelamaan larutan tersebut mendidih dan mengeluarkan uap.
Penambahan katalis pada percobaan dapat mempercepat laju reaksi tetapi zat tersebut tidak mengalami perubahan yang kekal / tidak ikut bereaksi. Reaksi mendidih akibat dari tercapainya kesetimbangan karena adanya katalis. Terjadinya kesetimbangan itu merupakan proses eksoterm suhu yang menjadi naik dan sebaliknya.
Karena, katalis hanya mampu mempercepat reaksi, dan tidak mampu membuat reaksi. Artinya, katalis bukan berfungsi mengubah zat yang tidak bereaksi menjadi bereaksi, melainkan mengubah zat yang bereaksi lambat menjadi bereaksi cepat.

J.     Kesimpulan
Katalis adalah zat yang dapat mempercepat suatu reaksi, tetapi “tidak ikut” bereaksi dan tidak mengalami perubahan yang kekal.

2 komentar: