PENGARUH KATALIS
TERHADAP LAJU REAKSI
A.
Tujuan
Mengetahui pengaruh katalis
terhadap laju reaksi penguraian H2O2.
B.
Rumusan
masalah
Bagaimana pengaruh katalis terhadap
laju reaksi?
C.
Hipotesis
Pengaruh
katalis dapat mempercepat laju reaksi pada suhu tertentu , tanpa mengalami
perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam
reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk.
D.
Variabel
Variabel kontrol : larutan H2O2
Variabel bebas : FeCl3 , NaCl
Variabel terikat :
Gelembung gas
E.
Landasan Teori
Katalis
adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa
mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis
berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis
memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu
lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis
menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi
aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang
dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.
Katalis dapat dibedakan ke dalam dua
golongan utama: katalis
homogen dan katalis
heterogen. Katalis
heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam
reaksi yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang
sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan
suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara
terjerat. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga
memadai terbentuknya produk baru. Ikatan atara produk dan katalis lebih lemah,
sehingga akhirnya terlepas.
Katalis homogen umumnya bereaksi
dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantara
kimia
yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu proses
yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik, di mana C
melambangkan katalisnya:
Meskipun katalis (C) termakan oleh
reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2, sehingga untuk
reaksi keseluruhannya menjadi :
F.
Alat
dan Bahan
Alat : gelas kimia (2 buah), pipet volume 25 mL, dan pipet tetes.
Bahan : larutan H2O2 (10 mL), larutan NaCl 0,1 M (3
tetes),
dan larutan FeCl3 0,1 M (3 tetes)
G.
Langkah
Kerja
1. Menyiapkan
2 gelas kimia, kemudian memasukkan larutan H2O2 5mL ke
dalam masing-masing gelas kimia.
2. Menambahkan
3 tetes larutan NaCl 0,1 M pada gelas kimia 1
3. Menambahkan
3 tetes larutan FeCl3 0,1 M pada gelas kimia 2
4. Mengamati
gelembung gas yang terjadi.
H.
Hasi
Kerja
|
No.
gelas kimia
|
Larutan
|
Katalis
|
Pengamatan
Gelembung
|
|
1.
|
H2O2
5mL
|
-
|
Tidak terjadi reaksi
|
|
2.
|
H2O2
5mL
|
NaCl
0,1 M
|
Ada
gelembung sedikit
|
|
3.
|
H2O2
5mL
|
FeCl3
0,1 M
|
Terdapat
banyak gelembung, mendidih dan menguap
|
I.
Analisis
data
Dari
data di atas dapat diketahui bahwa sebelum H2O2 ditetesi
katalis tidak terjadi reaksi. Namun, ketika H2O2 ditetesi
NaCl sebanyak 3 tetes terlihat ada sedikit gelembung. Sedangkan ketika H2O2
ditetesi FeCl3 3 tetes terdapat banyak gelembung dan
lama-kelamaan larutan tersebut mendidih dan mengeluarkan uap.
Penambahan
katalis pada percobaan dapat mempercepat laju reaksi tetapi zat tersebut tidak
mengalami perubahan yang kekal / tidak ikut bereaksi. Reaksi mendidih akibat
dari tercapainya kesetimbangan karena adanya katalis. Terjadinya kesetimbangan
itu merupakan proses eksoterm suhu yang menjadi naik dan sebaliknya.
Karena,
katalis hanya mampu mempercepat reaksi, dan tidak mampu membuat reaksi.
Artinya, katalis bukan berfungsi mengubah zat yang tidak bereaksi menjadi
bereaksi, melainkan mengubah zat yang bereaksi lambat menjadi bereaksi cepat.
J.
Kesimpulan
Katalis
adalah zat yang dapat mempercepat suatu reaksi, tetapi “tidak ikut” bereaksi
dan tidak mengalami perubahan yang kekal.
Makasih infonya Sgt membantu
BalasHapusTerimakasih sangat membantu
BalasHapus